PATI – JurnalSatuu.com, Paguyuban penyewa kios Plaza Puri Pati mempertanyakan rencana pembangunan mal yang diwacanakan Pemerintah Kabupaten Pati. Hingga kini, para pedagang mengaku belum memperoleh sosialisasi maupun kesempatan berdialog secara langsung mengenai proyek tersebut meski masa kontrak kios telah berakhir.
Muhammad Muchdhor, tokoh
Paguyuban Plaza Puri Pati, mengatakan keresahan para penyewa semakin meningkat
setelah mengetahui adanya pengumuman mengenai pembangunan mal yang disebut akan
melibatkan investor besar dari Jakarta.
Menurutnya, informasi tersebut
justru diterima melalui media sosial, bukan melalui forum resmi bersama para
pedagang yang selama puluhan tahun menempati Plaza Puri.
"Tahu-tahu Pak Plt
mengumumkan di medsos Plaza Puri sudah akan digarap pengusaha besar dari
Jakarta untuk buat mal. Aneh sekali, janggal," ujarnya.
Muchdhor menjelaskan bahwa
paguyuban sebenarnya telah mengirim surat kepada pemerintah daerah sejak Mei
2026 untuk meminta audiensi. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut
ataupun undangan pertemuan yang dapat memberikan kepastian kepada para penyewa
kios.
Ia berharap pemerintah membuka
ruang komunikasi sebelum mengambil keputusan akhir. Menurutnya, dialog menjadi
langkah penting agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan
masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan di Plaza Puri.
Selain meminta kepastian, para
pedagang juga berharap pemerintah menyampaikan secara transparan rencana
penataan kawasan, termasuk solusi bagi penyewa kios apabila pembangunan mal
benar-benar dilaksanakan.
"Kami berharap Pemda Pati
memanggil kita semua duduk bersama mencari solusi terbaik," pungkas
Muchdhor.
(RED)
