Pemkab Pati Targetkan Kembali Raih Opini WTP, DPRD Minta Hasil Evaluasi APBD 2025 Ditindaklanjuti -->

Header Menu


Pemkab Pati Targetkan Kembali Raih Opini WTP, DPRD Minta Hasil Evaluasi APBD 2025 Ditindaklanjuti

Sabtu, 18 Juli 2026

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin

PATI – JurnalSatuu.com,
Evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi perhatian bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pati. Melalui rapat paripurna yang digelar Selasa (14/7/2026), seluruh fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum terhadap pelaksanaan APBD sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola keuangan daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengatakan pembahasan laporan pelaksanaan APBD merupakan tahapan penting dalam sistem pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya, setiap pandangan yang disampaikan fraksi memiliki tujuan untuk memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan, bukan sekadar memberikan kritik terhadap pemerintah daerah.

Dalam rapat tersebut, masing-masing fraksi menyampaikan pandangan umum melalui juru bicara Adam Maulana. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Pati yang masih memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

"Agenda siang hari ini adalah pandangan umum dari masing-masing fraksi atas pelaksanaan APBD tahun 2025. Tadi masing-masing fraksi menyampaikan secara kolektif oleh saudara Adam Maulana, yang mana Kabupaten Pati memperoleh kategorinya Wajar Dengan Pengecualian," kata Ali Badrudin usai rapat paripurna.

Ali berharap hasil evaluasi tersebut tidak berhenti sebagai dokumen pembahasan di DPRD Kabupaten Pati, melainkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah-langkah perbaikan pada pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 maupun tahun-tahun berikutnya. Ia menilai berbagai catatan yang muncul harus dijawab dengan pembenahan yang nyata, terutama dalam aspek administrasi, pengendalian internal, dan pelaksanaan program.

"Melalui pembahasan ini, DPRD Pati bersama Pemkab Pati berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab demi kemajuan daerah," ujar Ali.

Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan pemerintah daerah menerima seluruh masukan yang diberikan DPRD Kabupaten Pati sebagai bagian dari proses penyempurnaan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, berbagai rekomendasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran.

Risma optimistis Kabupaten Pati mampu mengembalikan predikat laporan keuangan menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada pemeriksaan berikutnya. Optimisme tersebut didasarkan pada komitmen pemerintah untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memperkuat koordinasi antarlembaga dalam pelaksanaan APBD.

Dengan adanya sinergi antara DPRD Kabupaten Pati dan Pemerintah Kabupaten Pati, proses evaluasi APBD diharapkan mampu menghasilkan berbagai kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian opini keuangan yang lebih baik, tetapi juga memastikan setiap anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.

Melalui pembahasan tersebut, DPRD Kabupaten Pati dan pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. (Adv)