Pegiat Literasi Pekalongan Belajar Kelola Media Sosial dan Konten Digital -->

Header Menu


Pegiat Literasi Pekalongan Belajar Kelola Media Sosial dan Konten Digital

Selasa, 28 Juli 2026


PEKALONGAN – JurnalSatuu.com, Para pegiat literasi dibekali keterampilan memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk berkegiatan literasi, mulai dari menulis konten, membuat foto dan video, hingga mengelola akun media sosial.

Pelatihan tersebut digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan bersama dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dimurti bersama, di Informatics Learning Center Dinkominfo, Senin (27/7/2026). Pesertanya berasal dari sekolah, TBM, puskesmas, serta pegiat literasi.

Salah seorang peserta, Susi (42), mengaku keterampilan membuat konten menjadi pengalaman baru baginya. Mulai dari menyusun konten yang menarik hingga mengoperasikan aplikasi, menurutnya, membutuhkan proses belajar.

“Awalnya memang susah-susah gampang, terutama saat membuat konten yang menarik dan mengoperasikan aplikasi. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan praktik langsung, ternyata mudah,” kata Susi.

Susi berharap keterampilan yang diperolehnya dapat digunakan untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan literasi secara berkelanjutan.

Pengelola TBM Dimurti, Sri Widiati, mengatakan, banyak aktivitas literasi telah dilakukan di masyarakat, tetapi belum seluruhnya terdokumentasi dan dipublikasikan secara optimal melalui media sosial.

“Kalau pegiat literasi tidak mengikuti perkembangan digitalisasi, tentu akan tertinggal. Padahal mereka memiliki banyak kegiatan yang selama ini belum diunggah ke media sosial. Harapannya setelah pelatihan ini peserta mampu membuat dan mengunggah konten kegiatan di lembaga masing-masing sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tuturnya.

Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Dinkominfo Kota Pekalongan, Kusuma Adi Achmad, mengatakan, kemampuan menggunakan media digital dapat menjadi bekal bagi pegiat untuk mengembangkan gerakan literasi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari pengelolaan media sosial, copywriting, teknik pengambilan foto dan video, serta pengolahan video melalui aplikasi pada perangkat seluler.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat dikembangkan oleh lebih banyak taman bacaan masyarakat maupun komunitas.

“Dengan demikian, gerakan literasi dapat semakin berkembang dan menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui pemanfaatan media digital,” tegasnya.

(Humas Jateng)