DPRD Pati Desak Evaluasi Kesepakatan CSR untuk Beasiswa Garuda, APBD Dinilai Bukan Solusi Instan -->

Header Menu


DPRD Pati Desak Evaluasi Kesepakatan CSR untuk Beasiswa Garuda, APBD Dinilai Bukan Solusi Instan

Jumat, 10 Juli 2026

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin

PATI – JurnalSatuu.com, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap komitmen perusahaan yang sebelumnya ikut mendukung Program Beasiswa Garuda melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Permintaan itu muncul setelah adanya informasi bahwa sejumlah perusahaan menghentikan kontribusinya.

Ali menilai langkah perusahaan tersebut perlu mendapat penjelasan yang jelas karena program beasiswa merupakan hasil kesepakatan bersama ketika masih dipimpin mantan Bupati Sudewo. Menurutnya, perubahan kepemimpinan di pemerintahan tidak seharusnya memengaruhi pelaksanaan komitmen yang telah disepakati.

"Intinya Pak Plt harus memanggil para perusahaan yang terlibat. Ini kan dulu komitmen mereka bersama bupati saat itu. Manakala bupati terdahulu dinonaktifkan, maka perusahaan juga tak boleh berhenti karena ini adalah komitmen bersama," tegas Ali.

Ia mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempertemukan seluruh perusahaan yang terlibat agar diketahui secara pasti dasar penghentian bantuan CSR tersebut. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan langkah penyelesaian yang tepat.

Di sisi lain, Ali turut menanggapi usulan Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang mengemukakan kemungkinan pendanaan beasiswa berasal dari APBD. Menurutnya, pengalihan pembiayaan ke APBD tidak dapat dilakukan begitu saja karena seluruh penggunaan anggaran daerah memiliki prosedur yang harus dipenuhi.

Selain melalui pembahasan bersama DPRD Kabupaten Pati, setiap program juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta prioritas pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena itu, solusi tersebut memerlukan kajian mendalam agar tidak mengganggu program pembangunan lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, berpandangan bahwa penyelesaian persoalan sebaiknya dimulai dengan menelusuri kembali isi kesepakatan awal antara pemerintah daerah dan perusahaan penyumbang CSR. Jika komitmen tersebut masih berlaku, maka perusahaan diharapkan tetap melaksanakan tanggung jawab sosialnya sesuai kesepakatan.

Menurutnya, keberlanjutan Program Beasiswa Garuda memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati. Oleh sebab itu, semua pihak perlu mengedepankan kepentingan pendidikan dibandingkan persoalan pergantian kepemimpinan.

DPRD Kabupaten Pati menyatakan siap mengawal pembahasan mengenai kelanjutan pendanaan program tersebut. Harapannya, pemerintah daerah bersama perusahaan dapat menemukan solusi terbaik sehingga para penerima manfaat tetap memperoleh dukungan pendidikan secara berkelanjutan tanpa membebani APBD secara berlebihan. (Adv)