Untuk Keberlangsungan Usaha Perikanan, DPRD Pati Nilai BBM Khusus Jadi Kunci -->

Header Menu


Untuk Keberlangsungan Usaha Perikanan, DPRD Pati Nilai BBM Khusus Jadi Kunci

Jumat, 26 Juni 2026

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit

PATI
– JurnalSatuu.com, DPRD Kabupaten Pati menilai penyediaan bahan bakar minyak (BBM) khusus bagi nelayan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha perikanan di wilayah pesisir. Hal tersebut disampaikan menyusul tingginya harga solar industri yang dinilai semakin membebani biaya operasional kapal nelayan.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan saat ini banyak nelayan mengeluhkan mahalnya harga solar non-subsidi. Dampaknya, sejumlah kapal berukuran besar di Muara Juwana terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena biaya operasional tidak sebanding dengan potensi pendapatan.

“Jadi saya berharap untuk pemerintah pusat bisa mengakomodir aspirasi dari teman-teman nelayan untuk bisa terealisasi adanya khusus solar atau BBM khusus nelayan,” ungkap Mukit.

Menurutnya, aspirasi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat mengingat sektor perikanan merupakan salah satu penggerak ekonomi utama di Kabupaten Pati. Apabila aktivitas penangkapan ikan terus menurun, dampaknya akan meluas hingga ke sektor perdagangan dan industri pengolahan hasil laut.

Mukit menegaskan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan usulan tersebut melalui jalur kelembagaan sebagai bagian dari tugas DPRD Kabupaten Pati menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Jadi saya berharap sebagai anggota dewan untuk meneruskan aspirasi dari teman-teman nelayan, berharap untuk memang ada khusus solar industri untuk nelayan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sistem usaha perikanan di Juwana menggunakan pola bagi hasil antara pemilik kapal dan anak buah kapal. Karena itu, setiap kenaikan biaya bahan bakar secara langsung mengurangi pendapatan seluruh kru kapal.

“Apapun kebijakan pemerintah, kalau itu diterapkan di solar industri sangat memberatkan, baik memberatkan pelaku usahanya juga memberatkan nelayannya. Karena apa? Karena sistem pembagian di kapal nelayan khususnya di Juwana ini adalah bagi hasil,” jelasnya.

Mukit berharap pemerintah dapat segera menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada nelayan melalui penyediaan BBM khusus dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan kembali semangat nelayan untuk melaut sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir.

Ia optimistis apabila persoalan bahan bakar dapat diatasi, aktivitas perikanan di Kabupaten Pati akan kembali bergairah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian daerah. (Adv)