DPRD Pati Soroti Kelalaian Pengendara sebagai Pemicu Tingginya Kecelakaan Lalu Lintas -->

Header Menu


DPRD Pati Soroti Kelalaian Pengendara sebagai Pemicu Tingginya Kecelakaan Lalu Lintas

Selasa, 23 Juni 2026

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo

PATI – JurnalSatuu.com,
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati sepanjang tahun 2025 menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Selain menyoroti jumlah kasus yang mencapai ribuan kejadian, legislatif juga menilai faktor kelalaian pengendara masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Data yang tercatat menunjukkan terdapat 1.518 kasus kecelakaan lalu lintas selama tahun 2025. Dari kejadian tersebut, sebanyak 2.055 orang menjadi korban dengan rincian 34 orang meninggal dunia dan 2.021 lainnya mengalami luka ringan.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa budaya tertib berlalu lintas masih perlu terus ditingkatkan di tengah masyarakat.

“Angka kecelakaan tahun 2025 sebanyak 1.518 kasus dengan jumlah korban mencapai 2.055 orang,” kata Irianto.

Menurutnya, sebagian besar kecelakaan sebenarnya dapat dicegah apabila pengguna jalan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap keselamatan berkendara. Sikap disiplin dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Ia menegaskan bahwa setiap pengendara harus menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama ketika berada di jalan raya.

“Demi keselamatan diri sendiri harus menaati tata tertib lalu lintas,” ujarnya.

Irianto menjelaskan bahwa masih banyak pengendara yang mengabaikan aturan sederhana saat berkendara. Salah satunya adalah tidak memberikan isyarat menggunakan lampu sein ketika hendak berbelok atau berpindah jalur.

Padahal, penggunaan lampu sein merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara karena membantu pengguna jalan lain memahami arah pergerakan kendaraan.

Menurutnya, kebiasaan buruk semacam itu harus segera diubah agar angka kecelakaan dapat ditekan. Selain itu, pengendara juga harus lebih waspada terhadap kondisi lalu lintas di sekitarnya.

Ia mengingatkan bahwa kehati-hatian pribadi saja tidak selalu cukup untuk menghindari kecelakaan. Keselamatan di jalan sangat dipengaruhi perilaku seluruh pengguna jalan.

“Kita sudah hati-hati tetapi pihak yang lain tidak hati-hati,” ungkapnya.

DPRD Kabupaten Pati Kabupaten Pati berharap data kecelakaan yang tinggi pada tahun lalu dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta budaya saling menghormati antar pengguna jalan, keselamatan berkendara di Kabupaten Pati diharapkan semakin baik pada masa mendatang. (Adv)