PATI – JurnalSatuu.com, DPRD Kabupaten Pati mengingatkan bahwa upaya memperbaiki pasar tradisional tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga diminta memperhatikan pemberdayaan pedagang agar revitalisasi pasar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten
Pati, Muntamah, mengatakan kondisi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pati
saat ini memang membutuhkan perhatian. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan
memberikan rasa nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.
“Kalau pasar tradisional menurut
saya memang harus dibenahi supaya orang di pasar tradisional itu nyaman,”
ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pasar
tradisional selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Mulai dari
pedagang kecil hingga pelaku usaha dengan skala lebih besar memanfaatkan pasar
sebagai tempat menjalankan kegiatan usaha.
“Karena pasar tradisional ini,
bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara keseluruhan dari mulai strata yang
paling bawah, strata yang tinggi ke pasar juga,” katanya.
Lebih lanjut, Muntamah menilai
pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap penataan lapak, kebersihan,
kenyamanan lingkungan, hingga peningkatan kapasitas pedagang. Dengan demikian,
pasar tradisional tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga
mampu memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik.
“Perlu pemberdayaan pedagangnya,
perlu diberdayakan lapaknya nyaman, kemudian orang yang mau ke pasar juga
tertarik karena pasar ini harganya pasti lebih rendah ketimbang pasar-pasar
yang modern,” jelasnya.
Menurutnya, keunggulan harga yang
lebih murah menjadi salah satu daya tarik utama pasar tradisional. Karena itu,
apabila didukung fasilitas yang baik dan pelayanan yang semakin berkualitas,
pasar rakyat akan tetap memiliki daya saing di tengah pertumbuhan pasar modern.
Pemerintah Kabupaten Pati sendiri
telah menganggarkan perbaikan empat pasar tradisional melalui APBD Tahun 2026,
yakni Pasar Kayen, Pasar Porda Juwana, Pasar Puri Baru, dan Pasar Trangkil.
DPRD Kabupaten Pati berharap
program revitalisasi tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan diikuti dengan
pemberdayaan pedagang secara berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, pasar
tradisional di Kabupaten Pati diyakini akan semakin berkembang sebagai pusat
perdagangan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. (Adv)
.png)