Api Merembet ke Gunung Kursi, Operasi Water Bombing Bromo Terhambat Kabut Tebal -->

Header Menu

Api Merembet ke Gunung Kursi, Operasi Water Bombing Bromo Terhambat Kabut Tebal

Rabu, 16 September 2026


LUMAJANG - JurnalSatuu.com,
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda kawasan Gunung Bromo sejak Kamis sore (10/9/2026) terus meluas hingga merembet ke wilayah Gunung Kursi. Kebakaran yang bermula di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, ini dengan cepat menjalar ke arah Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies akibat tertiup angin kencang.

Menghadapi kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau lewat jalur darat, Tim BPBD Jatim mengerahkan Helikopter PK-DAP berkapasitas bucket 1.000 liter sejak Jumat pagi (11/9/2026) untuk melakukan operasi water bombing, dengan sumber air diambil dari Ranu Pani, Senduro, Lumajang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, yang mewakili Kalaksa BPBD Jatim, menyebut bahwa hingga pukul 12.00 WIB, operasi tersebut telah dilakukan sebanyak 17 kali dengan total air yang dicurahkan mencapai 17.000 liter. Namun, operasi tersebut harus dihentikan sementara karena kondisi kabut yang sangat tebal di lokasi.

“Karena kondisi di lokasi saat ini kabutnya sangat tebal, water bombing sementara tidak bisa kita lanjutkan demi faktor keselamatan,” jelasnya.

Selain melalui jalur udara, sejumlah personel Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Probolinggo, TNBTS, TNI, Polri, dan relawan juga bersiaga memantau langsung kondisi di lapangan guna mengantisipasi perluasan kebakaran ke area yang lebih rendah. “Saat ini, luas area terdampak kebakaran masih dalam pendataan dan kondisi api saat ini telah merembet ke wilayah Gunung Kursi,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, Balai Besar TNBTS telah menutup akses wisata Gunung Bromo melalui jalur Jemplang, Malang, hingga waktu yang belum ditentukan. (RED)