Hari Jadi Pati ke-703, Legislator dan Bupati Turut Pentaskan Wayang Orang -->

Header Menu

Hari Jadi Pati ke-703, Legislator dan Bupati Turut Pentaskan Wayang Orang

Selasa, 11 Agustus 2026

Penampilan Wayang Orang yang di ikuti oleh Anggota DPRD Pati di Pendopo Kabupaten Pati

PATI – JurnalSatuu.com,
Pertunjukan wayang orang menjadi salah satu warna dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, dan Wakil Ketua Komisi D, Endah Sri Wahyuningati, turut mengambil bagian dalam pementasan yang digelar di pendopo pada Minggu (9/8/2026).

Keduanya tampil bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dalam lakon “Ampak-ampak Ngalengko”. Kehadiran unsur legislatif dan eksekutif dalam pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap pelestarian seni tradisional di Kabupaten Pati.

Usai terlibat dalam pertunjukan, Bandang menyampaikan pentingnya memperluas pengenalan budaya lokal kepada generasi muda. Salah satu langkah yang ia dorong adalah menghadirkan pembelajaran seni dan budaya di sekolah.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk mengenal kesenian lokal secara lebih dekat, bukan hanya melalui teori.

Bandang mengatakan pemahaman terhadap budaya daerah akan membantu generasi muda mengenali identitas wilayahnya. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesenian tradisional tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semangat nguri-nguru budaya ini harus terus tumbuh dan diwarisi kepada generasi berikutnya. Karena budaya bukan sekedar warisan, tetapi juga identitas yang harus kita jaga bersama,” kata Bandang.

Ia menilai keterlibatan DPRD Kabupaten Pati dalam pementasan wayang orang merupakan bentuk dukungan konkret terhadap seni budaya. Terlebih, kesenian seperti wayang orang kini disebut mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

Karena itu, Bandang berharap dukungan terhadap kegiatan budaya dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, sebuah pertunjukan tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi tradisi.

“Acara-acara seperti ini harus kita dukung. Terus kita support untuk kemajuan budaya dan tradisi seni budaya Kabupaten Pati,” pungkasnya.

Ia menilai keberlangsungan seni tradisi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak agar budaya lokal Kabupaten Pati tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (ADV)