PATI – JurnalSatuu.com, Pertunjukan wayang orang menjadi salah satu warna dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, dan Wakil Ketua Komisi D, Endah Sri Wahyuningati, turut mengambil bagian dalam pementasan yang digelar di pendopo pada Minggu (9/8/2026).
Keduanya tampil bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dalam lakon
“Ampak-ampak Ngalengko”. Kehadiran unsur legislatif dan eksekutif dalam
pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap pelestarian
seni tradisional di Kabupaten Pati.
Usai terlibat dalam pertunjukan, Bandang menyampaikan pentingnya memperluas
pengenalan budaya lokal kepada generasi muda. Salah satu langkah yang ia dorong
adalah menghadirkan pembelajaran seni dan budaya di sekolah.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan
budaya daerah. Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk mengenal kesenian
lokal secara lebih dekat, bukan hanya melalui teori.
Bandang mengatakan pemahaman terhadap budaya daerah akan membantu generasi
muda mengenali identitas wilayahnya. Hal tersebut juga menjadi bagian dari
upaya memastikan kesenian tradisional tetap diwariskan kepada generasi
berikutnya.
“Semangat nguri-nguru budaya ini harus terus tumbuh dan diwarisi kepada
generasi berikutnya. Karena budaya bukan sekedar warisan, tetapi juga identitas
yang harus kita jaga bersama,” kata Bandang.
Ia menilai keterlibatan DPRD Kabupaten Pati dalam pementasan wayang orang
merupakan bentuk dukungan konkret terhadap seni budaya. Terlebih, kesenian
seperti wayang orang kini disebut mulai jarang dikenal oleh generasi muda.
Karena itu, Bandang berharap dukungan terhadap kegiatan budaya dilakukan
secara berkelanjutan. Menurutnya, sebuah pertunjukan tidak seharusnya hanya
menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga
eksistensi tradisi.
“Acara-acara seperti ini harus kita dukung. Terus kita support untuk
kemajuan budaya dan tradisi seni budaya Kabupaten Pati,” pungkasnya.
Ia menilai keberlangsungan seni tradisi membutuhkan kolaborasi antara
pemerintah daerah dan berbagai pihak agar budaya lokal Kabupaten Pati tetap
hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (ADV)
