Endah Sri Wahyuningati Ikut Pentaskan “Ampak-Ampak Ngalengko”, Budaya Pati Jadi Sorotan -->

Header Menu

Endah Sri Wahyuningati Ikut Pentaskan “Ampak-Ampak Ngalengko”, Budaya Pati Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026

Anggota DPRD Kabupaten Pati dan Pelaksana Tuga (Plt) Bupati tampil dalam pagelaran wayang orang bertajuk “Ampak-Ampak Ngalengko” dalam rangka memperingati Hari Jadi Pati ke-703

PATI – JurnalSatuu.com,
Pelestarian budaya lokal kembali mendapat perhatian dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703. Salah satunya melalui pagelaran wayang orang “Ampak-Ampak Ngalengko” yang melibatkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati.

Pertunjukan tersebut berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026. Tidak hanya hadir menyaksikan pementasan, tetapi turut menjadi salah satu lakon dalam cerita yang mengangkat perjalanan tokoh menghadapi berbagai rintangan hingga akhirnya kembali ke jalan yang benar.

Bagi Bu Ning, keterlibatan tersebut merupakan pengalaman yang menarik sekaligus kehormatan. Ia melihat pertunjukan seni dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya mencintai dan melestarikan budaya Jawa, khususnya budaya yang tumbuh di Pati.

“Bukan hanya menyaksikan, tetapi menjadi bagian dari sebuah pagelaran yang membawa pesan penting tentang melestarikan dan mencintai budaya Jawa, khususnya budaya Pati,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati itu menilai pelestarian budaya tidak dapat dilepaskan dari proses pengenalan kepada generasi muda. Karena itu, kegiatan seni seperti wayang orang dinilai dapat menjadi ruang untuk mendekatkan anak-anak dan generasi muda dengan kesenian daerah.

Menurutnya, semakin sering generasi muda diperkenalkan dengan budaya lokal, semakin besar pula peluang munculnya rasa memiliki terhadap warisan tersebut.

“Semoga semangat nguri-nguri kebudayaan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena budaya bukan sekedar warisan, tetapi juga identitas yang harus terus kita jaga bersama,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan kebudayaan tidak berhenti pada perayaan tertentu saja, tetapi dapat terus menjadi bagian dari upaya menjaga identitas daerah. Pelestarian juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, legislatif, pelaku seni, sekolah, dan masyarakat.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra turut memberikan apresiasi atas keterlibatan Komisi D DPRD Kabupaten Pati dalam kegiatan tersebut. Menurut Chandra, keikutsertaan para pemangku kepentingan dalam pertunjukan seni dapat membantu mendekatkan budaya kepada masyarakat.

Pagelaran “Ampak-Ampak Ngalengko” pun menjadi salah satu contoh bagaimana seni tradisional dapat dikemas sebagai bagian dari peringatan hari jadi sekaligus sarana mengenalkan budaya Pati kepada masyarakat. (ADV)