Pasca Kebijakan Harga Khusus, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengawasan Distribusi BBM Nelayan -->

Header Menu


Pasca Kebijakan Harga Khusus, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengawasan Distribusi BBM Nelayan

Kamis, 23 Juli 2026

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit

PATI – JurnalSatuu.com,
Setelah pemerintah menetapkan harga khusus BBM non-subsidi bagi nelayan, DPRD Kabupaten Pati mengingatkan pentingnya pengawasan dalam proses distribusi agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir. Komisi B DPRD menilai pengawasan menjadi faktor utama untuk mencegah penyimpangan dalam penyaluran BBM.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan kebijakan yang berpihak kepada nelayan harus diikuti dengan sistem distribusi yang akuntabel sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak memiliki hak menerima fasilitas tersebut.

"Pengawasan harus dilakukan bersama agar tidak terjadi penyimpangan. Jangan sampai kebijakan yang baik ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak," tegas Mukit.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Pati akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi teknis, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses distribusi BBM khusus nelayan.

"DPRD Kabupaten Pati akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan," lanjutnya.

Pemerintah menetapkan harga BBM non-subsidi sebesar Rp15.000 per liter untuk kapal nelayan berukuran 30 hingga 200 GT sebagai upaya mengurangi beban operasional sektor perikanan. Adapun kapal di bawah 30 GT tetap memperoleh BBM bersubsidi dengan harga Rp6.800 per liter.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi nelayan yang selama beberapa bulan terakhir mengeluhkan tingginya harga bahan bakar. Sebelumnya, ribuan nelayan di Kabupaten Pati menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati untuk meminta solusi atas meningkatnya biaya melaut.

DPRD Kabupaten Pati menilai keputusan pemerintah pusat menjadi langkah positif dalam mendukung keberlangsungan usaha perikanan tangkap. Namun demikian, manfaat kebijakan hanya akan dirasakan apabila distribusi berlangsung sesuai aturan dan tepat sasaran.

Komisi B berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama mengawal implementasi kebijakan tersebut. Dengan pengawasan yang optimal, harga BBM khusus diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat perekonomian masyarakat pesisir, serta menjaga keberlangsungan sektor perikanan di Kabupaten Pati. (Adv)