PATI – JurnalSatuu.com, DPRD Kabupaten Pati kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan maupun panggilan telepon yang mengatasnamakan pejabat daerah melalui aplikasi WhatsApp. Imbauan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya akun WhatsApp yang menggunakan foto profil milik Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan digital terus berkembang
seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan aplikasi komunikasi di tengah
masyarakat.
Kastomo mengaku mengetahui adanya pihak yang menggunakan foto profil
Facebook miliknya untuk dipasang pada akun WhatsApp yang bukan miliknya. Ia pun
langsung meminta masyarakat agar mengabaikan seluruh bentuk komunikasi dari
nomor tersebut.
"Hati-hati ada yang gunakan foto profil Facebook saya. Digunakan di
nomor HP WA. Mohon tidak usah direspon dan bisa di-block saja," ujar
Kastomo.
Ia menjelaskan bahwa pelaku hanya mengambil foto profil yang tersedia di
media sosial sehingga tampilan akun WhatsApp tersebut terlihat meyakinkan.
"Modusnya gampang, mengambil profil (foto Facebook)," katanya.
Menurut Kastomo, pencatutan identitas seperti ini berpotensi menimbulkan
kerugian apabila masyarakat tidak berhati-hati. Pelaku biasanya memanfaatkan
nama pejabat agar calon korban merasa yakin dan akhirnya mengikuti permintaan
yang disampaikan melalui pesan.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap
informasi yang diterima dari nomor baru, terutama apabila membawa nama pejabat
pemerintahan maupun lembaga resmi.
Selain tidak merespons pesan, masyarakat juga disarankan segera memblokir
nomor yang mencurigakan agar komunikasi tidak berlanjut.
Fenomena penggunaan identitas pejabat sebagai alat penipuan sebenarnya
bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Pati. Sebelumnya, nama Ketua DPRD Ali
Badrudin dan Wakil Ketua II DPRD Bambang Susilo juga pernah digunakan oleh
oknum dalam modus serupa.
Berbagai klarifikasi yang disampaikan para pimpinan DPRD Kabupaten Pati
tersebut terbukti mampu memberikan informasi lebih cepat kepada masyarakat
sehingga aksi pelaku tidak sempat memakan korban.
DPRD Kabupaten Pati berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga
keamanan digital di tengah perkembangan teknologi informasi. Sikap kritis
terhadap setiap pesan yang diterima dinilai menjadi salah satu cara paling
efektif untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan berbasis media
digital.
Melalui imbauan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya waspada terhadap
kasus yang mengatasnamakan anggota DPRD Kabupaten Pati, tetapi juga terhadap
berbagai bentuk pencatutan identitas pejabat maupun instansi lain yang
belakangan semakin sering ditemukan dalam berbagai platform komunikasi digital.
(Adv)
.png)