Marak Pencatutan Nama Pejabat Lewat WhatsApp, DPRD Pati Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital -->

Header Menu


Marak Pencatutan Nama Pejabat Lewat WhatsApp, DPRD Pati Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital

Senin, 06 Juli 2026

 Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo

PATI
– JurnalSatuu.com, DPRD Kabupaten Pati kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan maupun panggilan telepon yang mengatasnamakan pejabat daerah melalui aplikasi WhatsApp. Imbauan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya akun WhatsApp yang menggunakan foto profil milik Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan digital terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan aplikasi komunikasi di tengah masyarakat.

Kastomo mengaku mengetahui adanya pihak yang menggunakan foto profil Facebook miliknya untuk dipasang pada akun WhatsApp yang bukan miliknya. Ia pun langsung meminta masyarakat agar mengabaikan seluruh bentuk komunikasi dari nomor tersebut.

"Hati-hati ada yang gunakan foto profil Facebook saya. Digunakan di nomor HP WA. Mohon tidak usah direspon dan bisa di-block saja," ujar Kastomo.

Ia menjelaskan bahwa pelaku hanya mengambil foto profil yang tersedia di media sosial sehingga tampilan akun WhatsApp tersebut terlihat meyakinkan.

"Modusnya gampang, mengambil profil (foto Facebook)," katanya.

Menurut Kastomo, pencatutan identitas seperti ini berpotensi menimbulkan kerugian apabila masyarakat tidak berhati-hati. Pelaku biasanya memanfaatkan nama pejabat agar calon korban merasa yakin dan akhirnya mengikuti permintaan yang disampaikan melalui pesan.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima dari nomor baru, terutama apabila membawa nama pejabat pemerintahan maupun lembaga resmi.

Selain tidak merespons pesan, masyarakat juga disarankan segera memblokir nomor yang mencurigakan agar komunikasi tidak berlanjut.

Fenomena penggunaan identitas pejabat sebagai alat penipuan sebenarnya bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Pati. Sebelumnya, nama Ketua DPRD Ali Badrudin dan Wakil Ketua II DPRD Bambang Susilo juga pernah digunakan oleh oknum dalam modus serupa.

Berbagai klarifikasi yang disampaikan para pimpinan DPRD Kabupaten Pati tersebut terbukti mampu memberikan informasi lebih cepat kepada masyarakat sehingga aksi pelaku tidak sempat memakan korban.

DPRD Kabupaten Pati berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan digital di tengah perkembangan teknologi informasi. Sikap kritis terhadap setiap pesan yang diterima dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan berbasis media digital.

Melalui imbauan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya waspada terhadap kasus yang mengatasnamakan anggota DPRD Kabupaten Pati, tetapi juga terhadap berbagai bentuk pencatutan identitas pejabat maupun instansi lain yang belakangan semakin sering ditemukan dalam berbagai platform komunikasi digital. (Adv)