PATI – JurnalSatuu.com, Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan dukungan sektor swasta, pelaku usaha, dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, yang mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memperkuat kolaborasi dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Warsiti menilai, konsep ekonomi berkelanjutan merupakan salah satu strategi
yang tepat untuk menjawab tantangan pembangunan daerah di masa depan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang hanya berorientasi pada peningkatan
produksi tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan tidak akan mampu memberikan
manfaat dalam jangka panjang.
Politisi PDI Perjuangan asal Pati Selatan itu menjelaskan bahwa pembangunan
ekonomi harus diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menciptakan keseimbangan
antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Karena itu, diperlukan perencanaan yang matang agar
setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan secara efektif.
Menurut Warsiti, daerah memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan
melalui pendekatan ekonomi hijau dan inovatif. Langkah tersebut dinilai mampu
meningkatkan daya saing Kabupaten Pati sekaligus menciptakan peluang kerja baru
bagi masyarakat.
"Kita harus menciptakan lapangan kerja yang tidak hanya produktif,
tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Ini adalah tanggung jawab
kita untuk generasi mendatang," ujar Warsiti.
Ia menyebutkan, pengembangan sektor pertanian berkelanjutan menjadi salah
satu langkah yang perlu diprioritaskan. Sebagai daerah yang memiliki basis
pertanian cukup kuat, Kabupaten Pati dinilai memiliki peluang besar untuk
meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya alam.
Selain itu, Warsiti juga menilai investasi pada sektor energi terbarukan
perlu mulai dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah yang
lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) juga harus terus diperkuat karena memiliki kontribusi besar terhadap
perekonomian masyarakat.
"Dengan memprioritaskan sektor-sektor ini, kita bisa menciptakan
ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan," tambahnya.
Lebih lanjut, Warsiti menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi
tidak akan tercapai apabila setiap pihak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya,
pemerintah daerah perlu membangun kemitraan yang kuat dengan dunia usaha,
akademisi, komunitas, dan masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat
berjalan lebih efektif.
Ia juga mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang mampu memberikan
kepastian bagi investor sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku
usaha lokal untuk berkembang. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang
tercipta tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan
manfaat langsung kepada masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan jangka panjang, Warsiti
berharap Pemkab Pati segera menyusun rencana aksi yang jelas, terukur, dan
dapat dilaksanakan secara konsisten. Menurutnya, langkah tersebut penting agar
arah pembangunan ekonomi memiliki target yang pasti serta mudah dievaluasi.
"Kita harus bergerak cepat dan tepat agar Pati bisa menjadi contoh
daerah lain dalam penerapan ekonomi berkelanjutan," pungkasnya.
Warsiti optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta
kebijakan yang berpihak pada pembangunan berkelanjutan, Kabupaten Pati mampu
menciptakan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing. Ia berharap
berbagai langkah yang direncanakan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan untuk generasi
mendatang. (Adv)
.png)