Hardi Ajak Masyarakat Saring Informasi Sebelum Dibagikan di Media Sosial -->

Header Menu


Hardi Ajak Masyarakat Saring Informasi Sebelum Dibagikan di Media Sosial

Rabu, 29 Juli 2026

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi

PATI – JurnalSatuu.com,
Pesatnya perkembangan media sosial membawa kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan. Menyikapi kondisi itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurut Hardi, penyebaran hoaks menjadi salah satu tantangan besar di era digital. Informasi yang tidak benar sering kali dikemas secara menarik sehingga mudah dipercaya dan dibagikan oleh masyarakat tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap sumbernya.

Ia menilai, hoaks yang beredar di media sosial umumnya bersifat provokatif dan dapat memicu keresahan maupun konflik di tengah masyarakat. Karena itu, pengguna media sosial dituntut lebih cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi.

"Banyak hoaks di media sosial. Bahkan ada yang bilang polisi razia kendaraan petani di sawah, tapi nyatanya tidak," ujar Hardi.

Menurutnya, tingginya aktivitas masyarakat di berbagai platform digital membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, hingga provokasi yang berpotensi memecah persatuan.

Hardi mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat di media sosial harus diiringi dengan rasa tanggung jawab. Setiap pengguna memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun tetap harus memperhatikan aturan hukum dan etika dalam berkomunikasi di ruang digital.

"Kalau di media sosial bebas berkomentar, tapi nanti kalau ditangkap baru tahu rasa," tegasnya.

Ia menjelaskan, salah satu cara sederhana untuk mencegah penyebaran hoaks adalah dengan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran berita bohong.

Selain itu, Hardi juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum memiliki dasar yang jelas. Menurutnya, sikap kritis dalam menerima informasi akan membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan kondusif.

"Jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal yang belum tahu kebenarannya," katanya.

Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi saat ini. Dengan kemampuan memilah informasi yang benar, masyarakat tidak hanya dapat melindungi diri sendiri dari hoaks, tetapi juga turut menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial.

Hardi menambahkan bahwa media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk berbagi informasi yang bermanfaat, memperluas wawasan, dan mempererat komunikasi antarmasyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pengguna media sosial di Kabupaten Pati untuk lebih bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digital yang dilakukan.

Melalui meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoaks, Hardi optimistis ruang digital akan menjadi lebih aman, sehat, dan produktif. Ia berharap budaya memverifikasi informasi sebelum membagikannya dapat menjadi kebiasaan baru sehingga penyebaran berita bohong dapat ditekan dan masyarakat terhindar dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkannya. (Adv)