PATI –
JurnalSatuu.com, Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati mendorong
pemerintah daerah untuk lebih serius melakukan penataan Alun-alun Kembangjoyo
agar kawasan yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut kembali
berfungsi sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Dorongan itu disampaikan usai kegiatan Jumat Asri yang digelar di
kawasan Alun-alun Kembangjoyo pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang melibatkan ratusan warga, mahasiswa, dan kader Partai
Demokrat itu diisi dengan aksi membersihkan sampah, memperbaiki sejumlah
fasilitas umum, serta menanam puluhan pohon tabebuya. Langkah tersebut
dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kawasan yang dinilai
membutuhkan perhatian agar kembali menarik minat masyarakat untuk berkunjung.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto,
mengatakan aksi sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap aset
daerah yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah. Menurutnya, kawasan
Alun-alun Kembangjoyo memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung
dengan penataan yang baik dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, selain membersihkan lingkungan, pihaknya bersama masyarakat
juga melakukan pembenahan terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan, termasuk
mushola yang berada di area alun-alun. Perbaikan tersebut dilakukan agar
pengunjung merasa lebih nyaman ketika memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
"Kita juga membersihkan lingkungan dan menanam pohon. Di sana juga ada
mushola, tetapi sudah rusak. Alhamdulillah hari ini tadi kita benahi bersama
supaya pengunjung di sini nyaman," ujar Joni.
Tidak hanya fokus pada kebersihan, Fraksi Demokrat juga melakukan penanaman
puluhan pohon tabebuya sebagai upaya mempercantik sekaligus menambah ruang
hijau di kawasan Alun-alun Kembangjoyo. Kehadiran pepohonan diharapkan mampu
menghadirkan suasana yang lebih teduh sehingga masyarakat semakin betah
menghabiskan waktu di lokasi tersebut.
Joni mengapresiasi tingginya partisipasi mahasiswa dan masyarakat yang ikut
bergotong royong dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan
menjadi modal penting untuk menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, nyaman,
dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Kabupaten Pati.
Meski demikian, ia menilai upaya yang dilakukan masyarakat tetap harus
diimbangi dengan perhatian pemerintah daerah. Sebab, penataan kawasan tidak
cukup hanya dilakukan melalui kegiatan sosial, melainkan membutuhkan
perencanaan yang berkesinambungan agar kawasan benar-benar hidup kembali.
Joni mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Alun-alun Kembangjoyo
yang hingga kini belum mampu berkembang sesuai harapan. Padahal, kawasan
tersebut sebelumnya dipersiapkan sebagai pusat kuliner yang dapat menampung
aktivitas pedagang kaki lima sekaligus menjadi destinasi wisata keluarga.
Menurutnya, akan sangat disayangkan apabila pembangunan yang menelan
anggaran sekitar Rp10 miliar tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat
maupun pelaku usaha kecil.
"Kami mendukung penuh karena kebetulan saya juga pernah menulis
tentang PKL, jadi kami mendorong pemerintah dan alhamdulillah Pak Plt Bupati
dan Ketua Dewan mendukung semua. Kan eman-eman karena ini dulu dianggarkan Rp10
miliar," tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Pati dapat terus
bersinergi menyusun langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan
Alun-alun Kembangjoyo. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, lingkungan
yang bersih, serta aktivitas ekonomi yang kembali tumbuh, kawasan tersebut
diyakini mampu menjadi salah satu pusat keramaian baru di Kabupaten Pati.
Melalui kegiatan Jumat Asri, Fraksi Demokrat ingin menunjukkan bahwa
kepedulian terhadap fasilitas publik tidak cukup hanya melalui wacana, tetapi
juga diwujudkan dalam aksi nyata. Harapannya, gerakan tersebut menjadi awal
kebangkitan Alun-alun Kembangjoyo sebagai ruang publik yang bersih, hijau,
nyaman, sekaligus mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat
Pati. (Adv)
