Cegah Aksi Tawuran, DPRD Pati Minta Orang Tua Lebih Peduli Aktivitas Anak -->

Header Menu


Cegah Aksi Tawuran, DPRD Pati Minta Orang Tua Lebih Peduli Aktivitas Anak

Kamis, 23 Juli 2026

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi

PATI – JurnalSatuu.com,
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah meningkatnya aksi tawuran dan kenakalan remaja. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kembali maraknya kasus tawuran pelajar dan munculnya kelompok remaja yang diduga membawa senjata tajam sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Hardi, upaya menjaga keamanan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian dan TNI. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam pergaulan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.

"Masalah kamtibmas ini memang perlu ditingkatkan. Saya mengharapkan kepada pihak kepolisian dan TNI untuk mengawasi lingkungan. Saya juga mengharapkan orang tua agar mengawasi anak dan cucunya, jangan sampai terjadi tawuran," ungkap Hardi.

Ia menambahkan bahwa kepedulian orang tua terhadap keberadaan anak di luar rumah menjadi salah satu langkah sederhana namun sangat penting dalam mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja.

"Apalagi kalau ada yang membawa senjata tajam pada malam hari. Orang tualah yang harus mengawasi. Kalau anak keluar rumah, orang tua harus peka dan mencarinya bila diperlukan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dengan begitu, Kabupaten Pati bisa tetap tenang dan kondusif," katanya.

Belakangan ini, isu tawuran antarpelajar kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Pati. Tidak hanya itu, kemunculan kelompok remaja yang dikenal dengan istilah "kreak" juga memunculkan kekhawatiran masyarakat karena dikaitkan dengan aksi membawa senjata tajam.

Perhatian terhadap persoalan tersebut semakin meningkat setelah Polsek Pati mengamankan sembilan pelajar dari salah satu SMK swasta yang diduga terlibat tawuran di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, konflik tersebut dipicu oleh unggahan di media sosial Instagram yang dianggap sebagai tantangan antarkelompok.

DPRD Kabupaten Pati menilai perkembangan teknologi dan media sosial juga perlu menjadi perhatian orang tua dalam mengawasi pergaulan anak. Komunikasi yang baik di lingkungan keluarga diharapkan mampu mencegah anak terlibat dalam konflik yang berawal dari dunia maya.

Melalui sinergi antara aparat keamanan, sekolah, keluarga, dan masyarakat, DPRD Kabupaten Pati berharap angka tawuran remaja dapat ditekan sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Lingkungan yang aman dinilai menjadi modal penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda serta menjaga kondusivitas Kabupaten Pati. (Adv)