BANDUNG - JurnalSatuu.com, Pemerintah Kota Bandung mempercepat transformasi koperasi menjadi penggerak ekonomi kreatif, digital, dan pemberdayaan masyarakat pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (28/7/2026).
Upaya tersebut diarahkan agar koperasi tidak lagi identik sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Kota Bandung memiliki modal besar mengembangkan koperasi modern karena didukung sumber daya manusia kreatif dan ekosistem digital.
“Koperasi bukan sekadar program politik atau kegiatan seremonial. Koperasi adalah bentuk nyata demokrasi ekonomi yang harus mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Farhan.
Menurutnya, koperasi harus beradaptasi melalui digitalisasi, tata kelola profesional, dan inovasi model bisnis agar mampu menjawab kebutuhan zaman.
Farhan mendorong lahirnya koperasi yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan startup digital sehingga pembiayaan perusahaan rintisan tidak hanya bergantung pada modal ventura.
“Saya membayangkan suatu saat startup digital di Kota Bandung bisa tumbuh dari kekuatan anggota koperasi. Hari ini mungkin masih terdengar sebagai mimpi, tetapi beberapa tahun ke depan hal itu sangat mungkin diwujudkan,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan penerapan konsep gamification dalam pengelolaan koperasi untuk meningkatkan edukasi dan partisipasi anggota melalui aplikasi digital.
Farhan mengingatkan seluruh pengurus menjaga integritas koperasi dengan menerapkan prinsip transparansi serta tidak menyalahgunakan koperasi untuk kepentingan pribadi.
“Koperasi harus dikelola dengan semangat kebersamaan dan transparansi. Jangan sampai dijadikan kendaraan untuk kepentingan segelintir orang atau praktik yang merugikan anggota,” jelasnya.
Ia meminta pengurus memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan digital agar seluruh aktivitas usaha dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Jangan mengandalkan ingatan. Gunakan sistem pencatatan digital sehingga pengurus maupun anggota dapat memantau kondisi keuangan dan usaha kapan saja,” katanya.
Farhan mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengembangan koperasi di Kota Bandung masih sekitar 36 persen sehingga menjadi bahan evaluasi pemerintah.
“Data ini bukan untuk membuat kita pesimis, tetapi menjadi cambuk agar koperasi di Kota Bandung terus berbenah dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Farhan optimistis Kota Bandung mampu melahirkan wajah baru koperasi Indonesia dengan mengandalkan kreativitas masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan ekonomi.
“Tambang emas Kota Bandung adalah manusianya. Karena itu saya ingin wajah baru koperasi Indonesia lahir dari Kota Bandung, dengan ide-ide kreatif, inovasi digital, dan semangat gotong royong,” ucapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat gerakan koperasi.
Koko mengatakan, koperasi harus berkembang menjadi badan usaha modern, profesional, transparan, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat.
“Koperasi yang kuat akan melahirkan ekonomi rakyat yang bermartabat. Karena itu mari jadikan Hari Koperasi sebagai momentum memperkuat digitalisasi, kolaborasi, tata kelola yang baik, dan tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan,” tutur Koko.
(Humas Jabar)
