PATI – JurnalSatuu.com, Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan yang mampu mengikuti perubahan zaman. Tidak hanya sekadar mampu menggunakan perangkat teknologi, mereka juga dituntut memiliki keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, yang mendorong generasi muda terus meningkatkan kompetensi digital agar mampu bersaing di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Bandang, literasi digital kini menjadi salah satu faktor yang
menentukan keberhasilan seseorang dalam menghadapi perkembangan dunia yang
semakin terkoneksi. Oleh karena itu, pendidikan mengenai keterampilan digital
perlu diberikan sejak dini agar anak-anak dan remaja memiliki bekal yang cukup
menghadapi perubahan teknologi.
Ia menilai perkembangan AI telah membawa perubahan besar dalam berbagai
sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan dunia kerja. Kondisi tersebut
membuat generasi muda harus mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan
teknologi yang terus berlangsung.
"Keterampilan digital bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga
merupakan peluang untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin
kompetitif," ujar Bandang.
Politisi tersebut menjelaskan bahwa keterampilan digital tidak hanya
sebatas kemampuan mengoperasikan perangkat elektronik. Lebih dari itu, generasi
muda juga perlu memahami berbagai bidang yang memiliki prospek besar di masa
depan, seperti pemasaran digital, desain grafis, hingga pengembangan aplikasi.
Menurutnya, kemampuan tersebut akan menjadi modal penting bagi generasi
muda untuk memperoleh peluang kerja maupun menciptakan lapangan usaha baru
seiring berkembangnya ekonomi digital di Indonesia.
Bandang menegaskan DPRD Kabupaten Pati mendukung berbagai program yang
bertujuan meningkatkan kompetensi generasi muda, khususnya di bidang teknologi
informasi. Ia berharap pemerintah daerah terus memperluas pelatihan yang mampu
menjawab kebutuhan industri digital saat ini.
"Kami akan selalu mendukung semua program yang berorientasi untuk
membantu generasi muda Pati bisa meningkatkan berbagai keterampilan yang
dibutuhkan di dunia digital, seperti pemasaran digital, desain grafis, dan
pengembangan aplikasi lainnya," jelasnya.
Selain kemampuan teknis, Bandang juga mengingatkan pentingnya mengembangkan
soft skill yang akan menjadi penunjang keberhasilan di masa depan. Menurutnya,
kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah
menjadi kompetensi yang tidak kalah penting dibanding penguasaan teknologi.
Ia menilai dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga yang mampu
mengoperasikan teknologi, tetapi juga individu yang mampu menghasilkan ide-ide
inovatif serta mampu mengambil keputusan secara tepat dalam menghadapi berbagai
tantangan.
"Berpikir kritis dan kreatif adalah modal utama untuk bersaing dalam
arena pendidikan dan pekerjaan global," tambahnya.
Meski demikian, Bandang mengingatkan bahwa masih terdapat kesenjangan
kemampuan digital di kalangan generasi muda. Tidak semua anak yang tumbuh di
era teknologi otomatis memiliki kompetensi digital yang memadai. Menurutnya,
kesenjangan digital tidak hanya dipengaruhi oleh akses terhadap internet maupun
perangkat elektronik, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi secara
efektif dan percaya diri.
Karena itu, ia berharap pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat
bersama-sama memperluas akses pelatihan digital agar semakin banyak generasi
muda memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan SDM yang
unggul di bidang digital, Kabupaten Pati diharapkan mampu mencetak generasi
yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global sekaligus menjadi
penggerak pembangunan daerah di era transformasi digital. (Adv)
.png)