PEKALONGAN – JurnalSatuu.com, Sejumlah peserta didik inklusi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan belajar menghias roti sambil melatih motorik halus, mengenali tekstur, dan mengembangkan kreativitas melalui aktivitas yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut dikemas dalam baking class yang digelar SKB Kota Pekalongan bersama UMKM Onty Cake & Bakery, Selasa (28/7/2026). Selain peserta didik inklusi, sejumlah peserta didik reguler turut mengikuti kegiatan tersebut.
Salah seorang peserta, Azzam, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena ia dapat berkreasi sekaligus menikmati hasil karyanya sendiri.
“Saya senang ikut baking class ini. Menghias rotinya seru, jadi bisa belajar sambil bermain. Semoga nanti ada kegiatan seperti ini lagi supaya saya bisa belajar membuat makanan yang lain,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan keterampilan sekaligus mendukung perkembangan peserta didik.
“Kegiatan ini bukan membuat roti, melainkan menghias roti abon. Selain melatih kreativitas, anak-anak juga belajar menggunakan tangan secara langsung, mengenal tekstur, serta mengembangkan motorik halus melalui aktivitas sederhana yang menyenangkan,” tuturnya.
Menurut Lisa, antusiasme peserta terlihat sejak sebelum kegiatan dimulai. Sejumlah anak bahkan datang lebih awal karena mengetahui akan mengikuti aktivitas yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari.
Ia menambahkan, pemilihan roti abon sebagai media praktik telah didiskusikan bersama Onty Cake & Bakery dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta.
Ke depan, SKB Kota Pekalongan akan membuka peluang kerja sama dengan UMKM dan mitra usaha lainnya untuk mengenalkan lebih banyak keterampilan kepada peserta didik. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkaya pembelajaran, baik bagi peserta didik inklusi maupun masyarakat yang mengikuti pendidikan nonformal.
Pemilik Onty Cake & Bakery Pekalongan, Farah, mengatakan, keterlibatan orang tua turut mendukung anak selama kegiatan berlangsung.
“Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang mereka. Harapannya, semakin banyak kolaborasi antara SKB dengan UMKM maupun instansi lain sehingga anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar keterampilan baru,” ujar Farah.
