Progres Sudah 85 Persen, Pemkab dan DPRD Optimistis Sekolah Rakyat Segera Beroperasi -->

Header Menu

Progres Sudah 85 Persen, Pemkab dan DPRD Optimistis Sekolah Rakyat Segera Beroperasi

Kamis, 25 Juni 2026

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo

PATI – JurnalSatuu.com,
Pemerintah Kabupaten Pati bersama DPRD optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu dapat segera diselesaikan. Optimisme tersebut muncul setelah progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 85 persen.

Sekolah yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat itu diproyeksikan mulai digunakan pada tahun ajaran baru 2026. Karena itu, berbagai pihak terus mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan agar tidak mengganggu jadwal penerimaan peserta didik.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Ia mengatakan, sekolah tersebut nantinya melayani pendidikan dari tingkat SD hingga SMA sehingga dapat menjadi solusi pendidikan yang lebih inklusif.

“Semoga saja karena itu program Prabowo yang baik harapan kami pembangunan sekolah rakyat itu bisa segera selesai, sehingga sekolah rakyat ini bisa menampung murid dari siswa SD, SMP maupun SMA,” kata Irianto.

Menurutnya, dukungan seluruh pihak diperlukan agar proyek tersebut bisa selesai sesuai target. Dengan begitu, para siswa yang telah mendaftar dapat langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa hambatan.

Selain ruang kelas dan fasilitas pendidikan, Sekolah Rakyat juga akan menyediakan berbagai sarana pendukung yang dirancang untuk menunjang kebutuhan peserta didik. Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan peninjauan untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.

“Progres pembangunan saat ini sekitar 85 persen dan akan terus kami pantau agar bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga terbilang tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, kuota SMP sebanyak 190 siswa telah terpenuhi. Sementara untuk SMA, jumlah pendaftar juga sudah memenuhi kapasitas yang disediakan, yakni 90 siswa.

“Untuk tahun ini, jenjang SMP sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa,” jelas Chandra.

Sementara itu, pendaftaran tingkat SD masih tersedia. Pemerintah menilai kondisi tersebut dipengaruhi pertimbangan sejumlah orang tua terkait penerapan sistem asrama bagi siswa usia dini.

Meski demikian, Pemkab Pati optimistis minat masyarakat akan terus meningkat. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pendidikan. (Adv)