PATI – JurnalSatuu.com, Pemerintah Kabupaten Pati bersama DPRD optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu dapat segera diselesaikan. Optimisme tersebut muncul setelah progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 85 persen.
Sekolah yang menjadi bagian dari
program pemerintah pusat itu diproyeksikan mulai digunakan pada tahun ajaran
baru 2026. Karena itu, berbagai pihak terus mendorong percepatan penyelesaian
pekerjaan agar tidak mengganggu jadwal penerimaan peserta didik.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten
Pati, Irianto Budi Utomo, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat akan
memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki
keterbatasan ekonomi.
Ia mengatakan, sekolah tersebut
nantinya melayani pendidikan dari tingkat SD hingga SMA sehingga dapat menjadi
solusi pendidikan yang lebih inklusif.
“Semoga saja karena itu program
Prabowo yang baik harapan kami pembangunan sekolah rakyat itu bisa segera
selesai, sehingga sekolah rakyat ini bisa menampung murid dari siswa SD, SMP
maupun SMA,” kata Irianto.
Menurutnya, dukungan seluruh
pihak diperlukan agar proyek tersebut bisa selesai sesuai target. Dengan
begitu, para siswa yang telah mendaftar dapat langsung mengikuti kegiatan
belajar mengajar tanpa hambatan.
Selain ruang kelas dan fasilitas
pendidikan, Sekolah Rakyat juga akan menyediakan berbagai sarana pendukung yang
dirancang untuk menunjang kebutuhan peserta didik. Konsep tersebut menjadi
salah satu daya tarik bagi masyarakat.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi
Chandra menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan peninjauan untuk
memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.
“Progres pembangunan saat ini
sekitar 85 persen dan akan terus kami pantau agar bisa segera dimanfaatkan,”
ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap
program ini juga terbilang tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah
daerah, kuota SMP sebanyak 190 siswa telah terpenuhi. Sementara untuk SMA,
jumlah pendaftar juga sudah memenuhi kapasitas yang disediakan, yakni 90 siswa.
“Untuk tahun ini, jenjang SMP
sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa,” jelas
Chandra.
Sementara itu, pendaftaran
tingkat SD masih tersedia. Pemerintah menilai kondisi tersebut dipengaruhi
pertimbangan sejumlah orang tua terkait penerapan sistem asrama bagi siswa usia
dini.
Meski demikian, Pemkab Pati
optimistis minat masyarakat akan terus meningkat. Kehadiran Sekolah Rakyat
diharapkan mampu membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas sekaligus
menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor
pendidikan. (Adv)
.png)