PATI – JurnalSatuu.com, Kenaikan harga solar nonsubsidi dinilai menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan di Kabupaten Pati. DPRD Kabupaten Pati menyebut mahalnya bahan bakar telah menyebabkan banyak kapal perikanan berukuran besar menghentikan aktivitas melaut karena biaya operasional yang terus meningkat.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten
Pati, Mukit, mengatakan dampak kenaikan harga solar industri sangat dirasakan
oleh nelayan di Muara Sungai Juwana. Menurutnya, sebagian besar kapal berukuran
di atas 30 GT kini memilih tidak berlayar karena tidak mampu membeli bahan
bakar.
“Memang ada dampak karena salah
satu solar industri ini kan itu adalah solar non subsidi, jadi kenaikan cukup
signifikan. Untuk saat ini, banyak kapal-kapal yang berhenti melaut karena
tidak mampu membeli solar industri tersebut,” ungkap Mukit.
Ia menjelaskan bahwa harga solar
yang kini menyentuh sekitar Rp30 ribu per liter jauh di atas kemampuan sebagian
besar pelaku usaha perikanan. Karena itu, para nelayan berharap pemerintah
dapat menetapkan harga yang lebih terjangkau agar kegiatan melaut kembali
berjalan.
Menurut Mukit, persoalan tersebut
juga memengaruhi roda ekonomi sektor perikanan secara keseluruhan. Ketika kapal
tidak beroperasi, berbagai aktivitas pendukung seperti perdagangan ikan, jasa
bongkar muat, hingga usaha logistik ikut mengalami penurunan.
“Memang dari dampak BBM naik,
kemarin memang sempat dari sektor perikanan memang ada gejolak,” katanya.
Ia menambahkan bahwa asosiasi
nelayan telah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah melalui aksi yang digelar
beberapa waktu lalu. Aspirasi tersebut, menurutnya, telah diterima dan
ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah untuk diteruskan kepada pihak terkait.
“Dari teman-teman nelayan ini
dimana yang diwakili oleh asosiasi-asosiasi dimana kemarin kaitannya ada
penyampai aspirasi itu memang sudah ditindaklanjuti baik dari Pemerintah
Daerah,” jelasnya.
Mukit berharap pemerintah pusat
segera mengeluarkan kebijakan yang dapat membantu menekan biaya operasional
nelayan. Ia optimistis apabila harga solar lebih terjangkau, kapal-kapal yang
kini berhenti beroperasi akan kembali melaut sehingga produksi perikanan dan
perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Pati dapat kembali meningkat. (Adv)
