DPRD Pati Lanjutkan Pembahasan APBD 2025, Chandra Akui Masih Ada Kekurangan -->

Header Menu


DPRD Pati Lanjutkan Pembahasan APBD 2025, Chandra Akui Masih Ada Kekurangan

Kamis, 25 Juni 2026


PATI
– JurnalSatuu.com, Pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2025 terus berlanjut. DPRD Kabupaten Pati menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan jawaban Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban APBD.

Rapat yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) itu dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badruddin, didampingi Wakil Ketua Hardi dan Bambang Susilo. Berdasarkan laporan Sekretariat DPRD, sebanyak 33 anggota dewan hadir sehingga sidang dinyatakan memenuhi kuorum.

Ali menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan kelanjutan dari rapat sebelumnya yang membahas pandangan umum fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban APBD Tahun 2025.

Dalam forum itu, Chandra menyampaikan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas perhatian dan masukan yang diberikan kepada pemerintah daerah. Ia menilai berbagai pandangan tersebut akan menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Tak hanya itu, Chandra juga menyampaikan permohonan maaf atas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan yang menetapkan Kabupaten Pati memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Pati atas perolehan penilaian pemerintah Kabupaten Pati atas opini wajar dengan pengecualian,” ucapnya.

Menurut Chandra, pemerintah daerah tidak ingin menjadikan hasil audit tersebut sebagai akhir dari proses evaluasi. Sebaliknya, seluruh rekomendasi yang diberikan auditor akan dijadikan pijakan untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan selama tahun 2026.

Ia optimistis melalui pembenahan administrasi, peningkatan pengawasan internal, serta penguatan koordinasi antarlembaga, kualitas tata kelola keuangan daerah dapat semakin baik.

Di sisi lain, DPRD menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK. Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD juga akan diteruskan sesuai tahapan yang telah dijadwalkan dalam Badan Musyawarah DPRD.

Melalui sinergi antara legislatif dan eksekutif, diharapkan pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Pati menjadi semakin transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pada tahun-tahun berikutnya. (Adv)