PATI – JurnalSatuu.com, DPRD Kabupaten Pati meminta masyarakat tidak salah memahami proyek penataan trotoar Jalan Panglima Sudirman yang saat ini tengah dipersiapkan. Dewan memastikan pembangunan tersebut tidak akan mempersempit badan jalan sebagaimana yang dikhawatirkan sebagian warga.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten
Pati, Joni Kurnianto, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan program dari
Pemerintah Pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas kawasan perkotaan serta
menghadirkan jalur pedestrian yang lebih nyaman.
Meski berasal dari pemerintah
pusat, DPRD Kabupaten Pati tetap meminta DPUTR Kabupaten Pati ikut melakukan
pengawasan agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana.
“Kita sudah jelaskan kepada DPUTR
Pati untuk ikut membantu mengawasi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang
diterima DPRD Kabupaten Pati, desain trotoar nantinya akan mengadopsi konsep
kawasan Malioboro di Yogyakarta yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Dalam
konsep tersebut, aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.
Joni berharap material yang
digunakan tidak licin dan seluruh jalur pedestrian memiliki kontur yang nyaman
untuk dilalui. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai usia dapat menggunakan
fasilitas tersebut dengan aman.
“Kalau memang konsepnya seperti
Malioboro untuk jalan-jalan, keramiknya tidak licin dan yang nanjak diperhalus
supaya aman bagi semua,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian
kemungkinan dilakukan pada area taman yang berada di sepanjang jalur tersebut.
Sebagian ruang hijau dapat dikurangi untuk memberikan ruang lebih luas bagi
aktivitas pejalan kaki tanpa mengganggu fungsi jalan utama.
Sementara itu, DPUTR Kabupaten
Pati menyebut proyek saat ini masih dalam tahap pembongkaran yang diperkirakan
berlangsung selama tiga bulan. Setelah tahapan tersebut selesai, pengerjaan
akan dilanjutkan oleh Kementerian PUPR dengan anggaran sekitar Rp18 miliar dan
estimasi waktu pengerjaan tujuh bulan.
Melalui proyek ini, pemerintah
berharap kawasan Jalan Panglima Sudirman menjadi lebih tertata, nyaman bagi
pejalan kaki, serta ramah bagi penyandang disabilitas. DPRD Kabupaten Pati pun
menilai proyek tersebut berpotensi meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus
mempercantik wajah pusat Kota Pati. (Adv)
.png)