PATI – JurnalSatuu.com, Komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam mendukung dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada ratusan siswa madrasah. Sebanyak 452 siswa dari jenjang MI, MTs, dan MA menerima bantuan pendidikan yang disalurkan dalam sebuah kegiatan di Pendopo Kabupaten Pati.
Acara tersebut turut dihadiri
Anggota DPR RI Eva Monalisa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati
Ahmad Syaiku, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan BRI Pati,
serta para guru pendamping dan siswa penerima bantuan.
Pelaksana Tugas Bupati Pati,
Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa bantuan pendidikan memiliki arti penting
dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak. Menurutnya, program
tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda
yang membutuhkan dukungan dalam menempuh pendidikan.
“Terima kasih kepada Ibu Eva
Monalisa yang terus mendukung penyaluran Program Indonesia Pintar di Kabupaten
Pati. Bantuan ini sangat penting untuk membantu keberlangsungan pendidikan
anak-anak kita,” ungkap Chandra.
Selain memastikan penyaluran
bantuan berjalan tepat sasaran, Pemkab Pati juga berencana meningkatkan jumlah
penerima manfaat pada tahun mendatang. Chandra menyebut kuota penerima PIP
ditargetkan bertambah menjadi sekitar 1.000 siswa.
Rencana tersebut merupakan bagian
dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus
mengurangi hambatan ekonomi yang masih dihadapi sebagian pelajar.
Menurut Chandra, pendidikan
menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dalam pembangunan
daerah. Investasi pada bidang pendidikan dianggap penting untuk menyiapkan
generasi yang mampu bersaing di era perkembangan teknologi dan globalisasi.
Namun demikian, ia menegaskan
bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik
semata. Pembentukan karakter dan nilai moral juga menjadi aspek yang harus
diperkuat sejak dini.
“Kita ingin anak-anak Pati
memiliki bekal ilmu pengetahuan, mampu menguasai teknologi, tetapi tetap
memiliki fondasi akhlak yang baik. Itulah modal utama untuk menghadapi masa
depan,” tegasnya.
Dengan dukungan Program Indonesia
Pintar dan rencana penambahan kuota penerima, Pemkab Pati berharap semakin
banyak siswa yang dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala biaya.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber
daya manusia sebagai modal pembangunan Kabupaten Pati di masa depan. (Adv)
.webp)