Orang Tua dan Pemerintah Diminta Bersinergi Berikan Pendidikan Seks kepada Anak Sejak Dini -->

Header Menu

Orang Tua dan Pemerintah Diminta Bersinergi Berikan Pendidikan Seks kepada Anak Sejak Dini

Kamis, 30 Juli 2026


PATI – JurnalSatuu.com,
Peran keluarga dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam memberikan perlindungan kepada anak dari ancaman kekerasan seksual di era digital. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Hj. Muntamah, mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bersama para orang tua untuk lebih intensif memberikan pendidikan seks sejak dini sebagai bekal bagi anak dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurut Muntamah, pendidikan seks masih sering dipandang sebagai topik yang sensitif sehingga banyak orang tua memilih menghindari pembahasan tersebut. Padahal, memberikan pemahaman mengenai tubuh, batasan diri, serta bahaya pelecehan seksual sejak usia dini justru menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai ancaman.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan seks bukan sekadar membahas hubungan seksual, melainkan memberikan pengetahuan kepada anak mengenai kesehatan reproduksi, penghormatan terhadap tubuh sendiri, hingga cara mengenali tindakan yang mengarah pada pelecehan maupun kekerasan seksual.

Muntamah menilai perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi orang tua. Kemudahan mengakses internet membuat anak-anak dapat memperoleh berbagai informasi, termasuk konten yang belum sesuai dengan usia mereka. Apabila tidak dibarengi dengan pendampingan yang baik, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi perilaku maupun pola pikir anak.

Menurutnya, situasi tersebut harus menjadi perhatian seluruh pihak. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu memiliki komitmen yang sama dalam memberikan edukasi yang benar agar anak mampu memahami risiko yang dapat muncul akibat penyalahgunaan teknologi maupun pergaulan yang tidak sehat.

"Oleh karena itu, menurut saya, pendidikan moral sangat penting dan bagian dari itu adalah pendidikan seks, dan perlu diberikan pada anak agar mereka memahami bahaya dan dampak dari perilaku seks tersebut," ujar Muntamah.

Ia mengaku prihatin dengan masih ditemukannya kasus pelecehan seksual terhadap anak. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah masih banyak anak yang belum memahami bahwa dirinya sedang menjadi korban tindak pelecehan karena kurangnya pengetahuan mengenai batasan perilaku yang aman.

Oleh sebab itu, Muntamah mendorong Pemerintah Kabupaten Pati melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar lebih aktif menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi mengenai pendidikan seks kepada anak-anak maupun remaja. Program tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pati.

Selain pemerintah, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak selama menggunakan perangkat digital. Orang tua diharapkan tidak hanya mengawasi aktivitas anak di internet, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapinya.

"Pemerintah dan kita semua seyogyanya punya perhatian. Pemkab dengan OPD terkait kami dorong untuk lebih intens memberikan pendidikan seks pada anak-anak dan remaja. Orang tua juga harus tahu dan memberikan perhatian pada anaknya," tegasnya.

Lebih lanjut, Muntamah mengimbau para orang tua untuk mengarahkan anak mengikuti berbagai kegiatan positif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Aktivitas tersebut diyakini mampu membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mengurangi risiko anak terpapar pengaruh negatif dari lingkungan maupun media digital.

Ia berharap pendidikan seks sejak dini tidak lagi dianggap sebagai hal yang tabu, melainkan menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter dan perlindungan anak. Dengan sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat, anak-anak di Kabupaten Pati diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih memahami pentingnya menjaga diri, menghargai orang lain, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara bijaksana. (Adv)